Kunci Sukses Gereja di China

Kunci Sukses Gereja di China

Tuesday, November 24, 2009
Ditulis oleh Yohanes Mindarto

Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan teman-teman saya. Topik kita,apa bedanya gereja di China dengan gereja di Indonesia?!

Di China saya beribadah di sebuah gereja kecil tetapi punya iman yang sangat besar. Punya iman yang bisa menggoncang Surga. Tempat ibadah kita itu sempit sekali. Kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gerejanya pun tidak punya band. Kita hanya kebaktian menggunakan piano. Yang bermain piano juga biasa-biasa saja. Pemimpin pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Tidak ada yang punya kemampuan MC yang wah… yang bisa menarik jemaat. Lagu-lagunya pun juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Tidak ada yang lulusan STT. Mereka semua orang-orang ‘awam’. Ada yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.

Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo datang ke kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja itu. Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi satu lagu, suci-suci-suci, hadirat Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan satu bagian dari Mazmur, hati saya bisa langsung nyesss … seolah-olah Tuhan sendiri yang berbicara. Waktu pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah, semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka bicarakan, banyak yang saya sudah tahu, tapi kalau mereka bicara itu beda. Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi, mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan saja bisa mengerti dengan jelas.

Apa sih yang mereka khotbahkan?! Berkat?! Kesembuhan?! Bisnis lancar?! BUKAN. Dari minggu ke minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama, PENGABARAN INJIL (PI). Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama. Mereka juga bicara soal kasih Tuhan, soal pengampunan, soal tanggung jawab, tapi mereka selalu membawa kepada Pengabaran Injil. Berapa banyak orang yang sudah kamu bawa kepada Tuhan?! Apa semua keluargamu sudah percaya?!?! Dan kalau denger kesaksian mereka, saya dan temen-temen saya selalu terharu. Kesaksian mereka ‘beda’ dengan yang kita sebut dengan kesaksian di Indo. biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji Tuhan sekarang sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar. Tapi di China …
Ada kesaksian tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya tidak percaya Tuhan. Tiap kali anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti berharap akhirnya papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya percaya. Tapi papa mamanya percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan itu. Anak itu akhirnya mati karena kecelakaan yang tragis, menurut kita itu tidak happy ending, tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka selalu bawa orang ke gereja. Pernah di satu kebaktian mereka bawa 8 orang!! Dan semuanya (8 orang itu) percaya Tuhan! Ada kesaksian tentang seorang pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan. 6 bulan kemudian, dia buka 1 persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti nangis, dia menyesal kenapa tidak dari dulu percaya Tuhan!

Ada lagi kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress dia sakit parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di Indo biasanya ‘akhirnya happy ending’ penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar), tapi dia tidak. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah, akhirnya MATI. Tidak happy end kan? Itu kan menurut kita, menurut Tuhan itu happy END!

Kesaksian yang lain tentang seorang suami, istrinya meninggal (tidak disembuhkan Tuhan loh!) Terus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia nyanyi satu lagu. You Yi Wei Shen (There’s A God). Guys, can you see the difference?!

MerekaTIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! Itu bedanya dengan kita. Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa bukan bisnis lancar! Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, bagaimana caranya supaya ada lebih banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan. Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa-jiwa dan JIWA-JIWA. Mereka tidak pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru, boro-boro mikir mobil, punya sepeda aja sudah Haleluya, Puji Tuhan! yang mereka doakan adalah, TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang percaya. Kau sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau orang-orang lain juga percaya, juga menikmati kasih-Mu.

Tidak heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI. Yang mereka pikirkan itu Tuhan! Bagaimana Tuhan tidak mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi kerinduan Tuhan?!

Guys, saya tidak bilang tidak boleh berdoa supaya bisnis lancar, bukan itu. Tapi kemana fokus hati kita! Berapa sering di Indo kita khotbah soal Pengabaran Injil?!?! Satu bulan satu kali, itu sudah banyak. Mereka tiap minggu! Dan tidak ada yang bosan. Kenapa?! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang bekerja. Dan banyak yang bertobat.

Hari ini, sebelum selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang, bahwa dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya. Dia tidak bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya, atau kalau Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman yang bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka orang-orang yang mengerti HATI TUHAN!

Saya sih tidak heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim yang jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak pendeta. Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhan tertuju! JIWA-JIWA. Itu hati Tuhan.

Ditulis oleh Yohanes Mindarto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s