GEREJA DAN RITUAL

GEREJA DAN RITUAL

Posted on Desember 20, 2008 by John Jeshurun

GEREJA YANG MATI = PENUH RITUAL

Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan. (Yes 29:13)

Sudah ga asing lagi kan.

Perintah manusia yang dihafalkan = ritual

Gereja yang mati penuh ritual!

Apapun bentuk ibadah yang dilakukan hanya sebagai kewajiban dan acara semata, itu adalah ritual! Ada berbagai macam ritual di gereja, ritual bernyanyi, ritual tertip acara dan juga ritual firman Tuhan. Di beberapa gereja juga ada ritual tepuk tangan, ritual tarian dan lain-lain.

Gereja yang penuh ritual adalah tempat yang paling membosankan. Tidak heran beberapa jemaat, justru abis pulang gereja baru terlihat tersenyum dan bersemangat-sambil berpikir abis ini mau kemana yah, jalan-jalan. Jadi sebenarnya gereja ritual adalah gereja yang mati. Tapi, pengakuan mereka: “Kan yang penting ke gereja di hari Minggu, daripada tidak sama sekali.” Hari gene, masih berpikir bahwa datang ke gereja itu cuman sebagai syarat sudah kebaktian Minggu saja, wah kebangetan.

Truss gimana dengan liturgi? Apa itu termasuk ritual juga? Tergantung. Kalo kita menghayati liturgi dengan baik dan sungguh-sungguh mencari Tuhan pasti ibadah membawa berkat dan pengaruh besar bagi jemaat, nah itu ukurannya! Siapa bilang liturgi jelek, bagus kok dan bisa menjadi berkat daripada ibadah yang ‘sepertinya’ heboh, ramai, tepuk tangan, musik hingar bingar-tapi jemaatnya ga pernah senyum, ga bahagia (he..he..lucu, lagu girang, kok wajah tanpa ekspresii)-ini juga termasuk ritual!

Ritual adalah bentuk ibadah tanpa hati. Karena tidak mengenal Tuhan.

Kasih contoh deh, kalo lagi ibadah di gereja. Pemimpin Pujian atau MC berkata, “Selamat Pagi Tuhan Yesus“. Kalo ini cuman kebiasaaan semata, maka ini juga ritual! Menyembah Tuhan biasa-biasa aja, bernyanyi tanpa ekspresi kekaguman sedikitpun.

Tapi ceritanya jadi laen, kalo yang datang ke ibadah itu seorang Presiden (Disebabkan karena apalah, peresmian atau acara natal bersama). Trus pemimpin pujian bilang, “Selamat Malam Bapak Presiden“. Terasa beda banget banget bukan. Aku tahu kok, presiden itu orang besar, tapi bagiku jauh lebih besar Yesus-ku! Dan penghormatan yang lebih besarlah yang sepantasnya diberikan kepada Tuhan.

Kalo Tuhan datang beneran ke gereja yang mati, kira-kira gimana yah? Bingung deh, soalnya ritual so pasti lanjut lagi! So, sebaiknya Tuhan tidak usah ikut campur, sebab masalah ritual ini sensitif, biarin aja mereka setia ama ritualnya turun temurun. Udah tradisi!

Terkait hal ini, pemimpin ritual membantah keras. Kata mereka, yang penting kita harus juga melakukan ‘kasih’ di luar gereja, itu yang Tuhan lihat dari pada di ibadah di Gereja. Ucapan ini sudah pasti ga tulus! Tapi biarlah, mereka udah terlatih membela diri.

Orang-orang ritual ga ngerti Tuhan, tapi ahli dalam cara-cara beribadat.

Mereka juga ga suka menyebut nama Tuhan, mereka cuman menyebut-Nya pas di gereja doang. Tes deh, yang paling simple: berapa kali menyebut nama Tuhan sehari-hari? He..he..cuman pas makan kan? Aneh kalo bilang: “Yesus itu baik” atau “Tuhan terima kasih” atau “Luar biasa kebenaran Firman Tuhan” dalam kehidupan sehari-hari, ga lazim kata mereka.

Orang-orang ritual lebih concern dengan cara, bukan hati. Di alkitab digambarkan hubungan Tuhan dengan umat-Nya seperti Suami – Istri. Apakah dalam membina hubungan, suami istri pake ritual? Pake cara-cara? Pake aturan? Pakai syarat? Lucu deh kalo gitu. Truzz, boring banget lagi.

Please, no more ritual,

John Jeshurun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s