Nilai Roh Anda Sendiri

 

Nilai Roh Anda Sendiri

Oleh Maggy Horhoruw

Sewaktu seorang anak lahir, ia selalu lahir sebagai seorang bayi, tidak pernah lahir sebagai anak balita atau remaja atau orang dewasa. Lalu bayi itu harus bertumbuh secara fisik dan tubuh fisiknya tahu bagaimana bertumbuh secara alami. Tubuhnya tidak perlu dilatih untuk mencerna makanan atau menyerap gizi yang dibutuhkan dari makanan. Kalau anda memberi makan bayi dengan makanan yang tepat (yaitu susu), tubuhnya secara otomatis bertumbuh secara maksimal.

Kita biasanya tidak mengkhawatirkan pertumbuhan fisik seorang bayi yang normal. Tetapi, masalah biasanya timbul saat bayi itu membutuhkan makanan yang lebih keras. Susu hanya menyebabkan pertumbuhan fisik selama masa waktu tertentu. Jika mereka telah melalui usia itu, mereka akan membutuhkan makanan lain yang lebih keras untuk melanjutkan pertumbuhan fisik mereka. Kebutuhan makanan mereka akan berubah sesuai dengan apa yang tubuhnya butuhkan untuk bertumbuh dengan kuat dan sehat. Penting untuk diperhatikan bahwa jika anda ingin anak anda memiliki pertumbuhan fisik yang sehat, anda tidak bisa hanya memberi susu saja.

Bayi Lahir-Baru

Pak Morris Cerullo selalu mengatakan bahwa semua kebenaran itu paralel. Kebenaran alami [bukan fakta] ialah paralel dengan kebenaran rohani. Pada prinsipnya, apa yang alami [terlihat] diciptakan dari apa yang rohani [tidak terlihat] (Ibr. 11:3).

Oleh karena itu, untuk mengerti bagaimana kita harus bertumbuh secara rohani, kita harus mempelajari bagaimana bayi alami bertumbuh.

Sewaktu kita lahir baru, kita juga lahir sebagai bayi-bayi roh yang menginginkan air susu yang murni dari Firman untuk bertumbuh kuat (1 Pet. 2:2). Bayi-bayi roh memiliki sifat yang sama dengan bayi alami. Keduanya butuh diberi makan yang tepat sebab jika tidak demikian mereka tidak akan bertumbuh dengan benar atau, lebih buruk lagi, mereka akan mati muda. Dengan pertambahan usia bayi juga akan membutuhkan perubahan makanan. Tubuh mereka akan menginginkan makanan yang baik agar dapat menghasilkan “kekuatan.”

Bersamaan dengan pertumbuhan fisik mereka, mereka juga akan bertumbuh secara mental untuk mengerti perkataan, untuk berbicara, dan untuk mengikuti petunjuk-petunjuk. Jika mereka perlu diberi makanan yang merangsang otak sehingga intelek mereka dapat menghasilkan “kehendak.” Mereka perlu dilatih (atau didisiplin) bahwah, misalnya, menangis meraung-raung setiap kali mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan ialah perilaku sosial yang tidak bisa diterima. Inilah sesungguhnya yang kita sebut, dengan menggunakan istilah Alkitab, pembaharuan pikiran – kita melatih anak-anak kita agar mereka dapat menghasilkan kehendak yang sesuai dengan standar dunia. Kita mengirim anak-anak ke sekolah agar mereka dapat belajar bagaimana dan apa yang harus dipikirkan, dikatakan dan dilakukan menurut apa yang dunia sebut sebagai “dapat diterima.” Anak-anak yang bertumbuh secara fisik tetapi tidak bertumbuh secara mental, akan disebut terbelakang mental.

Jadi bayi-bayi rohani juga akan menginginkan makanan rohani agar dapat mengembangkan dan menghasilkan kekuatan yang disebut “ iman.” Seperti yang dikatakan sebelumnya, semua kebenaran itu paralel. Mari kita lihat seorang bayi lahir baru. Misalnya, seseorang telah mengalami pertemuan pribadi dengan Tuhan dan lahir baru di bulan Juni 1970. Secara rohani ia berusia sedikit di atas 30 tahun. Kalau kita berbicara tentang seseorang yang berusia 30 tahun secara natural ia ialah seorang dewasa yang masyarakat tidak akan toleransi jika ia menjalani kehidupannya seperti seorang anak berusia 2 tahun. Orang ini akan, saya jamin, segera digolongkan sebagai abnormal.

Orang normal lainnya akan sebanyak mungkin tidak berhubungan dengannya karena ia selalu mengamuk jika ia tidak mendapatkan apa yang dimintanya. Tidak seorangpun mau bergaul dengannya karena ia masih buang air di celana. Tidak seorang gadis pun yang mimpi menikah dengannya, tidak peduli betapa gagah penampilannya. Tidak seorangpun yang akan memberikannya otoritas atas apapun karena ia dipandang tidak mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan fakta. Meskipun ia seorang ahli waris dari kerajaan, ia pastinya tidak akan ditaruh sebagai pemegang takhta karena keadaannya yang tidak menguntungkan.

Sekarang mari kita lihat seorang bayi lahir baru. Jangka waktu yang kita butuhkan untuk bertumbuh secara rohani tidaklah sama seperti untuk bertumbuh secara jasmani. Secara pribadi, saya percaya jangka waktu yang kita gunakan untuk bertumbuh secara rohani ialah seberapa besar dedikasi kita terhadap Firman Tuhan – bagaimana kita mendengar dan melakukannya.

Anda lihat, seperti halnya anggota tubuh kita tahu bagaimana bertumbuh, manusia roh kita tahu persis apa yang harus dilakukan dengan makanan rohani – Firman Tuhan – yang kita makan. Roh kita akan secara otomatis mencerna Firman Tuhan dan menyerap semua gizi kebenaran dari Firman Tuhan untuk kepentingan pertumbuhan rohani kita.

Saya tidak akan pernah lupa tayangan di TV tentang kelaparan di Etiopia beberapa tahun lalu. Anak-anak itu kelihatan seperti ET – anda tahu kan, kepala besar dengan tubuh kurus kerontang. Kaki mereka hampir tidak mampu menunjang tubuh mereka untuk berdiri. Mereka tidak punya kekuatan dan sekarat. Ini juga berlaku bagi manusia roh kita. Kalau roh kita tidak menerima makanan yang baik maka, secara rohani, kita akan kelihatan persis seperti orang-orang yang kelaparan itu.

Jangan Menjadi Terbelakang Rohani

Berapa banyak dari kita yang telah lahir baru, telah menerima baptisan Roh Kudus selama bertahun-tahun, tetapi sepertinya kita tidak melangkah maju bersama Tuhan. Kita telah mencapai suatu titik dalam kehidupan rohani kita dimana kita menjadi cukup puas dengan apa yang kita miliki. Kita pergi ke segala macam kebaktian, seminar, KKR dan kelas Alkitab, tetapi sewaktu diperhadapkan dengan masalah dalam kehidupan sendiri kita selalu lari ke telepon dan bukannya ke takhta Bapa.

Mari kita bermain sedikit dengan imajinasi kita. Kita bayangkan diri kita sebagai makhluk roh, dengan mempertimbangkan lamanya kita lahir baru dan banyaknya makanan rohani yang kita makan dari kaset-kaset, video, buku, majalah, seminar, persekutuan doa, kelas Alkitab. Siapkah anda menilai diri sendiri? Sekarang, bagaimana anda melihat diri anda secara rohani? Apakah anda melihat seorang manusia roh yang berusia 20 tahun tetapi masih memakai popok? Apakah anda melihat diri rohani anda seperti seorang berusia 40 tahun tetapi masih takut menyeberang jalan sendiri? Atau anda melihat seorang manusia roh dewasa, yang masih bertumbuh karena ia melakukan Firman Tuhan?

Apakah anda berlaku sesuai dengan usia [rohani] anda?

Ingat bahwa semua kebenaran itu paralel. Jika seseorang yang secara fisik dewasa tetapi tidak secara mental disebut terbelakang mental. Jadi, jika seseorang yang secara fisik dewasa tetapi tidak secara rohani maka ia bisa disebut terbelakang rohani. Benar kan?! Tidak, saya tidak menyebut anda terbelakang rohani. Tetapi mari kita jujur terhadap diri sendiri dan Tuhan, dan melihat manusia roh kita seperti apa adanya. Kalau anda bisa melakukannya, maka anda akan mau berubah. Karena kita DIHARAPKAN untuk berubah dari kemuliaan kepada kemuliaan (2 Kor. 3:18) sebagaimana kebenaran Tuhan dinyatakan dari iman kepada iman (Rom. 1:17).

Saatnya Untuk Bertumbuh

Mari kita lihat Ibrani pasal 5 dan mulai membaca dari ayat 11 sampai pasal 6:3 :

“Mengenai ini kami ingin berkata banyak meskipun tidak bisa kami jelaskan, karena engkau telah menjadi lamban dalam pendengaran [rohani]mu dan malas [bahkan malas dalam mendapatkan pengertian rohani]. Meskipun pada saat ini engkau harusnya menjadi guru bagi orang lain, engkau pada kenyataannya memerlukan seseorang untuk kembali mengajarkan prinsip-prinsip dasar dari Firman Tuhan. Engkau menginginkan susu, bukan makanan keras. Bagi setiap orang yang terus minum susu nyatanya adalah mereka tidak berpengalaman dan tidak terampil dalam pengajaran tentang kebenaran (pengajaran tentang kesetaraan terhadap kehendak ilahi dalam tujuan, pikiran, dan tindakan), karena mereka masih anak-anak [belum mampu berbicara]! Tetapi makanan keras adalah bagi manusia dewasa, bagi mereka yang indera dan mentalnya terlatih untuk membedakan dan mengetahui antara apa yang secara moral baik dan layak dan apa yang jahat dan berlawanan dengan hukum ilahi atau hukum manusia. Oleh karena itu marilah kita maju dan melampaui tahap dasar dari pengajaran-pengajaran dan doktrin Kristus (Sang Mesias), maju dengan pasti ke arah keutuhan dan kesempurnaan dari kedewasaan rohani” (The Amplified Bible).

Banyak orang Kristen lahir baru yang berhenti bertumbuh secara rohani setelah menerima baptisan Roh Kudus. Banyak yang berhenti bertumbuh setelah mereka menyebut diri mereka sebagai “pendoa syafaat” dan mereka bergabung dengan pertemuan doa syafaat gereja mereka. Banyak yang berhenti berdoa setelah mereka menguasai pelepasan. Terlalu banyak dari kita yang tidak memiliki pertumbuhan rohani yang sehat sebagai hasil dari ketidaktahuan kita akan Firman Tuhan. Kita terlalu memfokuskan diri kepada aktivitas rohani dalam gereja kita sehingga kita lupa bahwa Tuhan telah mengirimkan FirmanNya bagi kita agar kita mengerti dan mengenalNya.

Alkitab tidak berisi Firman Tuhan. Alkitab ADALAH Firman Tuhan!

Jangan puas dengan pengertianmu akan Firman Tuhan. Saya jamin apa yang anda ketahui itu kenyataannya tidaklah banyak. Ada begitu banyak yang Tuhan ingin bagikan bersama anda melalui FirmanNya. Gali lebih dalam. Anda akan terkejut atas apa yang tersedia bagimu. Inilah waktunya untuk berjalan maju. Sesuatu yang statis selalu tidak baik. Sesuatu yang statis berarti mati. Apapun yang tidak berjalan lancar selalu menjadi masalah. Genangan air pada akhirnya akan menjadi tempat yang indah bagi pengembang biakan nyamuk.

Janganlah kita menerima status quo dalam kehidupan keKristenan kita. Marilah kita jangan puas dengan pengetahuan kita akan beberapa kebenaran yang alkitabiah.

Mari kita berjuang untuk bertumbuh dalam pengetahuan dan pengertian akan Firman Tuhan. Mari kita bertumbuh dalam ketaatan kita untuk melakukan FirmanNya.

Mari kita menjadi lebih radikal dan ekstrim bagi Tuhan. Saya katakan radikal dan ekstrim, bukan menyebalkan!

Mari kita menjadi pembela-pembela Injil yang sesungguhnya, seperti Rasul Paulus, Rasul Petrus, Stefanus, Daniel, Abednego, Shadrakh, Mesakh, dan yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s