RESPON YANG BENAR DIHADAPAN TUHAN

RESPON YANG BENAR DIHADAPAN TUHAN

12 Juni 2012, Doa Pagi – GBI RMK – Di tulis dari Kotbah Antonio Renaldo Manusama

Pujian yang dinyanyikan itu lebih banyak kepada sebuah pujian dan pengagungan kepada Tuhan. Dan dengan apa yang mau saya sampaikan, saya tahu segala sesuatu tidak ada yang kebetulan. Sebenarnya waktu semalam pak Rudy bbm, saya diminta untuk menggantikannya, saya juga tidak tahu saya mau ngomong apa, tapi beberapa waktu yang lalu ada sebuah peristiwa yang mengganggu hati saya, tapi bukan mengganggu tapi menjadi sebuah pertanyaan?,  ketika saya membaca firman Tuhan dari I Tawarik 5 : 1 – 2, mari kita membacanya bersama – sama :

1Taw 5:1  Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung.

1Taw 5:2  Memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya, bahkan salah seorang dari antaranya menjadi raja, tetapi hak sulung itu ada pada Yusuf.

Ketika saya membaca ayat ini ada yang mengusik hati saya, disitu dikatakan HAK KESULUNGAN ADA PADA YUSUF tapi yang unik disini dikatakan YEHUDA MELEBIHI SAUDARA-SAUDARANYA, artinya dari kedua belas anak Yakub, Yehudalah melebihi dari saudara-saudaranya, saya bertanya Tuhan kenapa?, padahal hak kesulungan seharusnya jatuh kepada Ruben tapi ayat satu mengatakan dengan jelas Ruben telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, artinya melanggar sebuah kekudusan.

Sehingga akhirnya Hak Kesulungan diberikan kepada Yusuf, Yusuf adalah orang yang dapat menjaga kekudusan seperti yang Tuhan mau, sehingga Yusuf menjadi orang yang layak menerimanya dan juga karena Yakub mengasihi Yusuf karena dia anak dari istri yang ia cintai yaitu Rachel.

Pertanyaan saya, “ Tuhan kenapa Yehuda bisa menjadi berbeda dan Engkau sebutkan dalam ayat ini ? “, saya mencoba cari tahu apa itu arti kata Yehuda, ternyata arti kata Yehuda adalah Terpujilah Tuhan, Bersyukur, Memuliakan Tuhan.

Apa yang membuat seseorang menjadi berbeda dihadapan Tuhan?, sehingga Tuhan membawa hidup orang ini melebihi saudara-saudaranya, hak kesulungan bukan Jatah Yehuda tetapi Yehuda melebihi saudara-saudaranya, bahkan Tuhan kita Yesus Kristus secara garis keturunan berasal dari Yehuda, Kenapa dari Yehuda?, ternyata arti kata Yehuda adalah TERPUJILAH TUHAN,  bukan suatu yang kebetulan ketika kita dibawa memuji dan menyembah Tuhan.

karena sebuah sikap hati yang selalu bersyukur dan memuji Tuhan adalah suatu yang berkenan dan menyenangkan hati Tuhan.

Firman Tuhan berkata “ bersyukurlah dalam segala hal “, seringkali dalam hidup kita tidak dapat mengucap syukur dengan apa yang Tuhan percayakan. Tapi ketika Sebuah pengucapan syukur, suatu pujian dan pengagungan kepada Tuhan dinaikan, itulah yang membuat hidup seseorang berbeda dimata Tuhan.

Waktu saya pelajari Yehuda itu menerima sesuatu yang bukan jatahnya dia, Ruben melanggar kekudusan, Simeon dan Lewi berbuat kesalahan pada peristiwa Sikhem dengan melakukan kekerasan dan tipu daya, sehingga hak kesulungan pun tidak jatuh pada mereka dan Seharusnya hak kesulungan jatuhnya kepada Yehuda tetapi karena perkenanan manusia maka hak kesulungan jatuh kepada Yusuf, akhirnya Yusuf lah yang menerima hak kesulungan itu karena Yakub ayah mereka lebih mengasihi Yusuf dari pada saudara-saudaranya yang lain.

 Tetapi yang ajaib adalah ketika RESPON DARI YEHUDA ITU BENAR DIHADAPAN TUHAN, itu yang membuat Tuhan melirik , ketika seseorang selalu mengucap syukur dan memuji DIA, SIKAP itulah yang membuat  Tuhan mengalihkan hak itu kepada Yehuda.

Saya percaya ada orang – orang kehilangan hak kesulungannya karena tidak tahu bersyukur, Esau kehilangan Hak kesulungannya karena memandang rendah, tapi yang menarik Tuhan adalah ketika seseorang tahu bersyukur dan memuji DIA itulah yang membuat mata Tuhan melirik dan Tuhan membuat perbedaan dalam hidup Yehuda, dan itu dicatat didalam alkitab “ Yehudalah yang melebihi dari saudara – saudarnya “, tongkat otoritas ada pada Yehuda, juga dikatakan Tuhan Yesus adalah singa dari Yehuda.

Bukan suatu kebetulan, nama –nama didalam alkitab mempunyai arti, Ruben artinya Tuhan memperhatikan kesengsaraanku, Tuhan itu tahu apa yang kita pergumulkan dalam hidup ini tapi arti nama ini tidak cukup, yang Tuhan mau adalah sebuah pengucapan syukur yang selalu kita naikan kehadapan DIA, Tuhan tahu kita punya masalah dan kesulitan tapi yang Tuhan mau kita tetap mengucap syukur dalam segala keadaan. Simeon artinya Tuhan mendengar, ketika kita punya masalah Tuhan itu Tuhan yang tetap mendengar dan Dia pasti menjawab tetapi kembali lagi saya mau bilang Tuhan mau kita tetap bersyukur. Dan jangan biarkan persungutan, kekecewaan, kepahitan itu keluar dari hidup kita, hal itu yang Tuhan tidak suka. Kata Lewi artinya Keintiman, keintiman adalah sebuah hubungan lebih dekat, melekat. Walau pun kita dekat dengan seseorang misalnya suami istri tapi tidak pernah memuji pasangannya, hanya sebuah formalitas tidak ada sebuah pujian, penyanjungan, Tuhan mau kita selalu ada pujian dan ucapan syukur yang tulus keluar dari mulut kita.

Biarlah pagi hari ini selalu lahir ucapan syukur dari hati kita bukan karena apa yang Tuhan perbuat atas hidup kita tetapi belajar apapun yang terjadi atas hidup kita, biarlah kita tetap mengucap syukur dan percaya Dia Tuhan yang berdaulat atas hidup kita dan rancanganNya selalu yang terbaik atas hidup kita.

Di Tulis dari Kotbah Antonio Renaldo Manusama

One response

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s